Sabtu, 24 Mei 2014

NIKMATNYA DHUHA

��INDAHNYA DHUHA

Bermula disebabkan rusaknya televisi di rumah kami. Karena belum ada dana utk menggantinya kami sekeluarga dgn ikhlas tetap menggunakannya 

Hingga suatu hari suami memberitahukan seminggu lagi akan diadakan tur wisata dr pabrik tempatnya bekerja.
Suami saya bertanya kpd ke 2 putra kami... Alif (sulung) & Iqbal (bungsu)...
"kalian mau ga punya TV baru??"
"Loh..ayah punya uang?" kata Iqbal
"Belum...ayah belum punya Uang. Nanti door prizenya ada 4 buah TV. Klo kalian mau TV baru minta sj sama Alloh. Kan masih ad wktu seminggu...kita sama sama sholat dhuha...minta TV deh sama Alloh."
Alhamdulillah..karena terbakar keinginan pnya TV baru...selama seminggu mereka berdua melaksanakan sholat dhuha...tak lupa sy katakan niatnya yg ikhlas 
Seminggu kemudian kami sekeluarga mengikuti tur wisata ke Taman Buah Mekar Sari Cileungsi Bogor.
Tibalah saatnya pengundian doorprize...
TV pertama lepas...
TV kedua lewat...
Tak tega saya melihat wajah kedua putra kami yg cemas dan was was.
Dalam hati saya berdoa
Ya Alloh jganlah Kau kecewakan kedua putra hamba...
Berilah mereka kasih sayang Mu...
Saya dan suami saling berpandangan. Ada sedikit rasa penyesalan telah menjanjikan sesuatu yg belum pasti kpd putra kami.
Sampai akhirnya suami saya berkata " Bang..De...klo ga dpt jgn kecewa yaa. Mungkin dhuha dan doa kita belum cukup utk dikabulkan Alloh"
TV ke 3 pun bukan milik kami...������
Makin tak tega rasanya melihat raut muka ke 2 putra kami.
Ditengah perasaan galau...tiba tiba nama suami saya disebut oleh MC dan berhak atas TV ke 4.
Serentak kami ber4 mengucap Hamdalah... Ditengah riuh tepuk tangan teman teman suami... Alif berteriak kpd saya.." Bunda...Alloh memang sayang kita"
Ya Alloh Ya Robb...tdk henti2nya saya mengucapkan syukur karenaNya karena Dia tidak sedikitpun mengecewakan kedua putra saya.
Dan tdk henti2nya saya beristighfar karena sedikit meragukan kekuasaanNya.
Senangnya saya...sebelum ke panggung...suami saya melakukan toss dgn kedua putra kami sambil berkata
" Alloh sayang kita"


By : Novi ODOJ 1265

NIKMATNYA DHUHA

��INDAHNYA DHUHA

Bermula disebabkan rusaknya televisi di rumah kami. Karena belum ada dana utk menggantinya kami sekeluarga dgn ikhlas tetap menggunakannya 

Hingga suatu hari suami memberitahukan seminggu lagi akan diadakan tur wisata dr pabrik tempatnya bekerja.
Suami saya bertanya kpd ke 2 putra kami... Alif (sulung) & Iqbal (bungsu)...
"kalian mau ga punya TV baru??"
"Loh..ayah punya uang?" kata Iqbal
"Belum...ayah belum punya Uang. Nanti door prizenya ada 4 buah TV. Klo kalian mau TV baru minta sj sama Alloh. Kan masih ad wktu seminggu...kita sama sama sholat dhuha...minta TV deh sama Alloh."
Alhamdulillah..karena terbakar keinginan pnya TV baru...selama seminggu mereka berdua melaksanakan sholat dhuha...tak lupa sy katakan niatnya yg ikhlas 
Seminggu kemudian kami sekeluarga mengikuti tur wisata ke Taman Buah Mekar Sari Cileungsi Bogor.
Tibalah saatnya pengundian doorprize...
TV pertama lepas...
TV kedua lewat...
Tak tega saya melihat wajah kedua putra kami yg cemas dan was was.
Dalam hati saya berdoa
Ya Alloh jganlah Kau kecewakan kedua putra hamba...
Berilah mereka kasih sayang Mu...
Saya dan suami saling berpandangan. Ada sedikit rasa penyesalan telah menjanjikan sesuatu yg belum pasti kpd putra kami.
Sampai akhirnya suami saya berkata " Bang..De...klo ga dpt jgn kecewa yaa. Mungkin dhuha dan doa kita belum cukup utk dikabulkan Alloh"
TV ke 3 pun bukan milik kami...������
Makin tak tega rasanya melihat raut muka ke 2 putra kami.
Ditengah perasaan galau...tiba tiba nama suami saya disebut oleh MC dan berhak atas TV ke 4.
Serentak kami ber4 mengucap Hamdalah... Ditengah riuh tepuk tangan teman teman suami... Alif berteriak kpd saya.." Bunda...Alloh memang sayang kita"
Ya Alloh Ya Robb...tdk henti2nya saya mengucapkan syukur karenaNya karena Dia tidak sedikitpun mengecewakan kedua putra saya.
Dan tdk henti2nya saya beristighfar karena sedikit meragukan kekuasaanNya.
Senangnya saya...sebelum ke panggung...suami saya melakukan toss dgn kedua putra kami sambil berkata
" Alloh sayang kita"


By : Novi ODOJ 1265

Nikmatnya Sedekah

Anak saya yg sulung, Alif...dikhitan saat kelas 4 SD.
Sudah menjadi tradisi jika dikhitan dia mendapatkan hadiah dari sanak saudara dan tetangga berupa uang...karena keberaniannya menghadapi "tukang jagal" 

Mungkin karena terbiasa melihat kami mengeluarkan infaq&sodaqoh setiap bulannya, Alif pun meminta saya utk menginfaqkan 2,5% dari uang yg didapatkannya.

Atas permintaan Alif saya menginfaqkannya ke Gerakan Seraup, Yayasan Yatim & Dhuafa,pengurusnya member Odoj 1265 yg hebat2 yaitu Mba Alya & Mba Ninda.
Ketika itu kami sekeluarga mengontrak rumah di daerah Bekasi dan bertetangga dgn mereka. Sisa uang rencananya akan dibelikan sepatu sekolah utk Alif&Iqbal.

Setelah luka khitan Alif sembuh, kamipun pergi ke Mall  utk membeli sepatu. Akhirnya dapatlah 2 pasang sepatu yg pas ukuran dan modelnya utk Alif & Iqbal.
Namun ternyata uang kami tidak cukup dgn total harga sepatu.
Akhirnya kami sepakat utk membeli sepatu yg lebih murah. Namun kali ini yg pas ukuran dan isi kantong kami. 
Ketika saya sedang mencari  di bak-bak yg berisi sepatu yg sdh di discount hrgnya...tiba2 ada seorang ibu yg menghampiri saya dan memberikan secarik kertas serta berkata..
" Mba ini buat mba aj, mudah2an bermanfaat" Lalu pergi sebelum sempat saya mengucapkan terima kasih.
Masya Alloh...Ternyata kertas itu kupon discount yg nominalnya persis sama dgn kekurangan uang kami. Saya dan suami sempat tertegun beberapa saat.

Akhirnya kami dapat membeli 2 pasang sepatu utk Alif & Iqbal.

Kami percaya karena keikhlasan Alif berinfaq Alloh membalasnya dengan cara yg sangat indah melalui ibu yg dermawan tersebut.
Alhamdulillah saya tidak perlu mengajari anak2 saya betapa nikmatnya bersedeka kala sempit maupun lapang, namun lewat peristiwa tersebut Alloh lah yg langsung mengajari nikmatnya bersedekah kpd kedua buah hati kami .

By : Novi Odoj 1265

Rabu, 07 Mei 2014

Manusia & Tanggung Jawab

Nama : Yoviena Desti R
NPM : 19113519
Kelas : 1KA36
Tugas Softskill
Manusia dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab merupakan salah satu hal yang melekat di sendi sendi kehidupan setiap manusia.Bahkan dari kecil, kita sudah dibebani tanggung jawab, yah tanggung jawab sebagai anak kepada orang tua dan sebagai ciptaanNya untuk bertanggung jawab beribadah. Dan semakin umur kita bertambah maka tanggung jawab pun mengiringi dan semakin bertambah. Pada tulisan ini saya ingin menceritakan bagaimana saya mengingatkan diri saya sendiri untuk tetap menjalankan amanah dengan baik ketika setan membisiki saya untuk melakukan kecurangan saat saya menjadi bendahara kelas. Bendahara, bendahara merupakan posisi seseorang untuk mengatur kondisi keuangan kelas untuk segala keperluan kelas yang didominasi dengan pengeluaran untuk fotocopyan materi mata kuliah. Awalnya saya semangat ketika saya dipercayai sebagai bendahara kelas. Karena memang dasarnya sifat saya suka mengatur segala sesuatu agar berjalan dengan baik dan teratur(walau dlm kehidupan tidak selalu dilakukan hehe).  semakin ke sini saya menyadari bahwa tugas sebagai bendahara itu jujur agak sedikit menguras tenaga, karena di satu sisi saya harus menghitung uang kas agar sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran, dan di sisi lain saya harus mengurusi fotocopyan satu kelas. Waktu itu di hari entah apa, saya lupa, saya temu kangen dengan kakak kelas saya di gundar, dan sebenarnya ada pembicaraan yang agak menyentil “yov, yah lu harus bisa ambil keuntungan lah, yah itung itung uang jalan dan tenaga lo”. Duh saat dengar kalimat itu rasanya terjadi perdebatan di hati saya, gambarannya seakan makhluk di pundak kiri saya merayu untuk melakukannya, tetapi makhluk putih yang berada di pundak kanan saya mengingatkan berkali kali untuk tidak melakukannya. Dan akhirnya perdebatan jiwa saya dimenangkan oleh makhluk putih pundak kanan saya. setelah saya memutuskan untuk memilih jalan yg benar (yeaah !!), saya berkali kali menjejali otak saya dengan pikiran “Ini AMANAH yov, amanah ! Setiap perbuatan kamu sebagai bendahara bakal dihisab di akhirat nanti, dosa yov dosa kalau sampai kamu menyalahgunakan amanah ini”. Dan Alhamdulillah nya banyak teman teman saya yang membantu meringankan tugas saya sebagai bendahara, dan ketika saya berjalan sendirian ke tempat fotocopy saya tetap berfikir positif “Yah hitung hitung olahraga, belajar atur keuangan kalau udah nikah nanti(terlalu jauh ya :D). Semangat gerakan  1000 langkah”. Kalimat terakhir itu yang selalu bikin saya semangat dan senyum ketika peran bendahara saya dimainkan dan dibutuhkan. Oh iya biar yang makhluk sebelah kiri saya ga merayu saya terus, di buku uang kas di sampul depan saya tuliskan sebuah penggalan ayat Al-Qur’an untuk mengingatkan diri saya sendiri yang arti ayat itu berbunyi
“Dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui” penggalan Ayat 27, Surah Al-Anfal.
Dan saya merasa sepertinya tulisan ini seperti sebuah curhat terselubung ya. Tapi ya sudahlah. Setidaknya ini adalah salah satu cerita mengenai tanggung jawab saya di kelas. B)