Harapan? Mungkin bisa saya analogikan sebagai mimpi, tujuan, cita-cita? manusia mana yg tidak mempunyai harapan? Harapan adalah sebuah angan-angan akan sesuatu. Tapi jika tidak melakukan tindakan untuk mewujudkannya mungkin yah hanya menjadi tong kosong. Mungkin ini nasehat untuk diri saya sendiri atau orang lainbyg hanya terpaku dan bergelut pada pikirannya akan harapan "Jangan terlalu terlena pada mimpimu sampai sampai kau hanya berdiam diri tanpa melakukan sesuatu untuk mewujudkannya"
Kalau saya ditanya soal harapan sih? Duh banyak sekali. Hingga barusan saya berfikir "kalau kita terlalu banyak mempunya harapan cuman takut dibilang ga bersyukur tapi selama itu baik untuk banyak orang dan bikin bangga orang tuakenapa nggak? Yang salah itu harapan yg buat enak diri sendiri tapi bikin sengsara orang alias egois" Pada setuju nggak? Ya pasti dong. Oh yah saya mau berbagi pengalaman + curhat(oke lupakan kalimat itu), masih fresh tadi pagi saya mengalaminya. Yaitu tentang budaya ANTRI di Negara kita tercinta. Yah tadi pagi jam 9 kurang saya harus menyelesaikan urusan daftar ulang, dan cukup kaget lihat antrian sudah lumayan panjang padahal pintu belum dibuka. 5menit... 10menit... sampai 15 menit... hingga saya tetap sabar menunggu sampai akhirnya saya selesai daftar ulang hahaha *ga lucu. Tapi prosesnya saat mengantri belakang saya ada yg nyeletuk "yah kapan jalannya ini antrian kalo yg di depan sana pada numpuk karena 1 kelas", dlm hati saya duh orang Indonesia...(pdhl saya juga orang Indonesia asli hihi). Saya cuma bisa ngelus dada dalam hati. dan befikir "kapan ya orang kita itu bisa tertib dalam antrian, ga nyelak krn menang banyak ada temannya, menghargai yg di blkg yg udh lama ngantri". Siapa sih yg ga bete kalau diselak antriannya? Karena perasaan saya pernah merasakan ga enaknya diselak, dan saya tahu malu maka saya lagi berusaha buat merealisasikan harapan saya yaitu mencintai budaya antri. Apalagi kalau di tempat saya singgahi yg membutuhkan antrian yg tertib ditulis/dipasang spanduk "BUDAYAKAN BUDAYA ANTRI". Uh langsung semangat 45 saya mengantri dengan rapi. Tapi kalau masih ada orang yang nyelak, berarti mukanya muka tembok, ga tahu malu. Dan rasanya saya ingin memberikan kartu merah seperti wasit sepakbola
Rabu, 25 Juni 2014
Manusia dan Harapan
Langganan:
Komentar (Atom)