Ada alasan kenapa saya tidak mengunggah momen-momen
mengesankan di hidup saya di Instagram
Karena saya ingin mengingatnya dalam ingatan saya
Karena pada dasarnya saya tidak suka terekspos
terang-terangan
Karena saya sebenarnya tidak suka upload di banyak sosial
media
Karena saya menyukai hal-hal privasi mengenai saya
Saya kurang suka jika wilayah pribadi dimasuki oleh orang
lain termasuk orang tua
Ada bagian tertentu cukup saya yang mengetahui dan menikmati
J
Dan saya bukan tipe orang yang suka foto diri sendiri
(bahasa sekarang : selfie)
Cek saja galeri handphone saya, foto saya diri sendiri saja
bisa dihitung oleh jari
Folder Screenshoot lah yang memiliki koleksi foto lebih
banyak dibanding folder kamera haha
Percayalah
Saya terharu, senang sempat menghabiskan waktu bersama
kalian
Saya terharu dengan kepedulian kalian
Saya terharu kalian masih sempat-sempatnya memikirkan hari
ulang tahun saya dan momen-momen tertentu dalam hidup saya.
Dulu sebelum saya memasuki masa kuliah, saya tidak pernah
menganggap hari ulang tahun saya itu hari spesial saya
Orang tua pun tidak terbiasa dengan suasana canggung seperti
itu
Ucapan pun tidak, hadiah pun tidak, sebait doa pun juga
tidak
Tetapi semenjak kuliah, bertemu dengan orang-orang seperti
mereka membuat saya menjadi menghargai diri sendiri, menjadi diri sendiri,
menjadi pribadi yang lebih cerah menatap kehidupan.
Percayalah kerpibadian saya yang dulu itu lebih gelap, kalau
tidak Allah takdirkan saya bertemu dengan mereka, saya bisa terjun bebas ke
dalam pergaulan bebas, saya depresi, tidak ada tempat bersandar, kesulitan
berkomunikasi, krisis kepercayaan diri, berkomunikasi dengan cara marah,
berpikiran sempit, rasanya ingin mati saja, was-was, panik, bersikap berlebihan
menghadapi masalah, pengecut, penakut. Penyebab itu semua cukup saya yang tahu
dan penyebab itu pun belum selesai hingga sekarang. Saya belum menemukan orang
yang tepat dan percaya untuk mendiskusikan penyebab ini
Masa-masa terbaik saya adalah masa kuliah
Percayalah itu
Rasanya masa ini adalah puncak kebahagiaan saya
Dimana saya memiliki teman-teman yang membuat saya
berkembang secara mental dengan baik.
Kesehatan mental saya menjadi lebih baik bersama dengan
mereka.
Masa-masa saya menjadi diri sendiri, mengekspresikan
perasaaan saya, tidak memendamnya.
Masuk ke kelas adalah hal yang saya nantikan setiap harinya
setelah saya memutuskan untuk lebih terbuka dengan orang lain
Padahal sebelumnya masuk ke kelas adalah ketakutan bagi
saya, ketakutan akan ketidakpastian yang tidak menyenangkan.
But, i learned from my friends untuk menikmati setiap
kejutan dalam hidup dan tenang menghadapinya. Untuk melihat dari sisi positif.
Ternyata setelah mengubah cara pandang saya, yah hidup tidak seburuk, tidak
sejahat, tidak setega yang dibayangkan. Dunia ini luas dan penuh kejutan yang
menyenangkan selama kamu bisa mengubah sudut pandang kamu melihatnya. Justru
jika hidup penuh dengan kepastian tidak ada warna dalam hidup. Bosan ? Tentu.
Selama 4 tahun saya sadar saya bukan tipe yang bisa memendam
masalah sendiri. Hal-hal yang biasa saya pendam ternyata mempengaruhi kesehatan
mental diri sendiri yang berimbas ke kesehatan fisik.
Ketika suasana mendukung, berkumpul bersama dengan
orang-orang yang tepat, yang ketika kita cerita mengenai masalah kita, lalu
mereka memberi saran, dukungan, yang merupakan respon setiap manusia inginkan.
Kenapa tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya momen bersama mereka? Karena
kesempatan bertemu, berkumpul dengan mereka belum tentu dirasakan dan dapatkan
kembali setelah masa kuliah. Mendapatkan support dari orang terdekat adalah
yang saya butuhkan.
Saya belajar banyak
dari kalian, belajar dengan mendengarkan cerita kalian, cara kalian merespon
perbuatan orang lain, cara kalian menceritakan problematika kehidupan kalian
yang entah kenapa tiba-tiba kita bisa menertawakan masalah itu, bagaimana
memahami dan menghadapi orang dengan karakter yang berbeda-beda. Yah bersama
kalian, saya tidak merasa sendiri di dunia ini. Saya belajar berkomunikasi
dengan baik, bagaimana menyampaikan yang saya mau, bagaimana mengelola emosi
saya saat berkomunikasi dan banyak lagi.
So enjoy your life. Allah ga tidur, Allah udah jamin kehidupan hambaNya selama hambaNya berusaha. Percaya aja sama
Allah. Rejeki udah diatur sama Allah SWT. Hidup ga semenakutkan itu kok.
Lalu bagian yang membuat saya terharu dan bersyukur adalah
goresan rancanganNya di kehidupan pada masa perkuliahan saya. Di mana saya satu
kelompok PPSPPPT (bahasa lainnya OSPEK) dengan teman SMA saya, lalu lebih
mengejutkannya adalah satu kelas dengan teman SMA dan teman SMP saya. Gimana
saya ga seneng, percayalah disitu saya semangatnya masuk kuliah. Seakan saya ga
perlu mengkhawatirakan saya harus berteman dengan siapa dan saya bisa
menurunkan level waspada saya terhadap orang baru, yah saya adalah orang yang
krisis kepercayaan terhadap orang baru, bawaannya curiga mulu. Lalu di tingkat
2 merupakan proses adaptasi baru lagi karena kami akan terpisah dan masuk ke dalam kelas dengan pembagian
berdasarkan IPK. Alhamdulillah di tingkat 2, di kelas baru saya bertemu dengan
orang-orang yang sudah saya kenal dekat hingga saat ini dan seterusnya yang
selalu mensupport setiap jejak perkuliahan saya J
Terima kasih untuk
Allah SWT yang sudah mempertemukan orang-orang baik seperti mereka
Terima kasih untuk Safira, Fathi, Hilya, Anfer, Rani, Uciya,
Zha, Odie
Terima kasih untuk Fara, Harvi
Terima kasih untuk 4KA26 untuk kenangannya J
Dan terima kasih untuk kedua orang tua saya yang sudah melahirkan
saya ke dunia ini, sehingga saya bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu
dengan mereka