Senin, 30 Oktober 2017

Puzzle Pertama 2017



Ada alasan kenapa saya tidak mengunggah momen-momen mengesankan di hidup saya di Instagram
Karena saya ingin mengingatnya dalam ingatan saya
Karena pada dasarnya saya tidak suka terekspos terang-terangan
Karena saya sebenarnya tidak suka upload di banyak sosial media
Karena saya menyukai hal-hal privasi mengenai saya
Saya kurang suka jika wilayah pribadi dimasuki oleh orang lain termasuk orang tua
Ada bagian tertentu cukup saya yang mengetahui dan menikmati J
Dan saya bukan tipe orang yang suka foto diri sendiri (bahasa sekarang : selfie)
Cek saja galeri handphone saya, foto saya diri sendiri saja bisa dihitung oleh jari
Folder Screenshoot lah yang memiliki koleksi foto lebih banyak dibanding folder kamera haha
Percayalah
Saya terharu, senang sempat menghabiskan waktu bersama kalian
Saya terharu dengan kepedulian kalian
Saya terharu kalian masih sempat-sempatnya memikirkan hari ulang tahun saya dan momen-momen tertentu dalam hidup saya.
Dulu sebelum saya memasuki masa kuliah, saya tidak pernah menganggap hari ulang tahun saya itu hari spesial saya
Orang tua pun tidak terbiasa dengan suasana canggung seperti itu
Ucapan pun tidak, hadiah pun tidak, sebait doa pun juga tidak
Tetapi semenjak kuliah, bertemu dengan orang-orang seperti mereka membuat saya menjadi menghargai diri sendiri, menjadi diri sendiri, menjadi pribadi yang lebih cerah menatap kehidupan.
Percayalah kerpibadian saya yang dulu itu lebih gelap, kalau tidak Allah takdirkan saya bertemu dengan mereka, saya bisa terjun bebas ke dalam pergaulan bebas, saya depresi, tidak ada tempat bersandar, kesulitan berkomunikasi, krisis kepercayaan diri, berkomunikasi dengan cara marah, berpikiran sempit, rasanya ingin mati saja, was-was, panik, bersikap berlebihan menghadapi masalah, pengecut, penakut. Penyebab itu semua cukup saya yang tahu dan penyebab itu pun belum selesai hingga sekarang. Saya belum menemukan orang yang tepat dan percaya untuk mendiskusikan penyebab ini  
Masa-masa terbaik saya adalah masa kuliah
Percayalah itu
Rasanya masa ini adalah puncak kebahagiaan  saya
Dimana saya memiliki teman-teman yang membuat saya berkembang secara mental dengan baik.
Kesehatan mental saya menjadi lebih baik bersama dengan mereka.
Masa-masa saya menjadi diri sendiri, mengekspresikan perasaaan saya, tidak memendamnya.
Masuk ke kelas adalah hal yang saya nantikan setiap harinya setelah saya memutuskan untuk lebih terbuka dengan orang lain
Padahal sebelumnya masuk ke kelas adalah ketakutan bagi saya, ketakutan akan ketidakpastian yang tidak menyenangkan.
But, i learned from my friends untuk menikmati setiap kejutan dalam hidup dan tenang menghadapinya. Untuk melihat dari sisi positif. Ternyata setelah mengubah cara pandang saya, yah hidup tidak seburuk, tidak sejahat, tidak setega yang dibayangkan. Dunia ini luas dan penuh kejutan yang menyenangkan selama kamu bisa mengubah sudut pandang kamu melihatnya. Justru jika hidup penuh dengan kepastian tidak ada warna dalam hidup. Bosan ? Tentu.
Selama 4 tahun saya sadar saya bukan tipe yang bisa memendam masalah sendiri. Hal-hal yang biasa saya pendam ternyata mempengaruhi kesehatan mental diri sendiri yang berimbas ke kesehatan fisik.
Ketika suasana mendukung, berkumpul bersama dengan orang-orang yang tepat, yang ketika kita cerita mengenai masalah kita, lalu mereka memberi saran, dukungan, yang merupakan respon setiap manusia inginkan. Kenapa tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya momen bersama mereka? Karena kesempatan bertemu, berkumpul dengan mereka belum tentu dirasakan dan dapatkan kembali setelah masa kuliah. Mendapatkan support dari orang terdekat adalah yang saya butuhkan.
 Saya belajar banyak dari kalian, belajar dengan mendengarkan cerita kalian, cara kalian merespon perbuatan orang lain, cara kalian menceritakan problematika kehidupan kalian yang entah kenapa tiba-tiba kita bisa menertawakan masalah itu, bagaimana memahami dan menghadapi orang dengan karakter yang berbeda-beda. Yah bersama kalian, saya tidak merasa sendiri di dunia ini. Saya belajar berkomunikasi dengan baik, bagaimana menyampaikan yang saya mau, bagaimana mengelola emosi saya saat berkomunikasi dan banyak lagi.
So enjoy your life. Allah ga tidur, Allah  udah jamin kehidupan hambaNya  selama hambaNya berusaha. Percaya aja sama Allah. Rejeki udah diatur sama Allah SWT. Hidup ga semenakutkan itu kok.
Lalu bagian yang membuat saya terharu dan bersyukur adalah goresan rancanganNya di kehidupan pada masa perkuliahan saya. Di mana saya satu kelompok PPSPPPT (bahasa lainnya OSPEK) dengan teman SMA saya, lalu lebih mengejutkannya adalah satu kelas dengan teman SMA dan teman SMP saya. Gimana saya ga seneng, percayalah disitu saya semangatnya masuk kuliah. Seakan saya ga perlu mengkhawatirakan saya harus berteman dengan siapa dan saya bisa menurunkan level waspada saya terhadap orang baru, yah saya adalah orang yang krisis kepercayaan terhadap orang baru, bawaannya curiga mulu. Lalu di tingkat 2 merupakan proses adaptasi baru lagi karena kami akan terpisah  dan masuk ke dalam kelas dengan pembagian berdasarkan IPK. Alhamdulillah di tingkat 2, di kelas baru saya bertemu dengan orang-orang yang sudah saya kenal dekat hingga saat ini dan seterusnya yang selalu mensupport setiap jejak perkuliahan saya J
 Terima kasih untuk Allah SWT yang sudah mempertemukan orang-orang baik seperti mereka
Terima kasih untuk Safira, Fathi, Hilya, Anfer, Rani, Uciya, Zha, Odie
Terima kasih untuk Fara, Harvi
Terima kasih untuk 4KA26 untuk kenangannya J
Dan terima kasih untuk kedua orang tua saya yang sudah melahirkan saya ke dunia ini, sehingga saya bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mereka