Abstrak yang mempunyai makna adalah sebuah paragraph yang mencakup atau ringkasan awal dari sebuah laporan atau tulisan ilmiah. Abstrak, menurut American National Standards Institute (1979), definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Sedangkan menurut definisi umum, abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang terkandung pada abstrak tersebut harus berdasarkan fakta.
2. Contoh Abstrak
3. Yang Dimuat dalam Abstrak
Sebuah abtrak memuat beberapa unsur
penelitian yang telah dibuat. Isi abstrak meliputi judul penelitian, rumusan
masalah penelitian, metode penelitian, teknik dan pengumpulan data penelitian
serta hasil dan kesimpulan peneltian yang telah dibuat. Kesemuanya itu
terangkum dalam abstrak. Penulisan abstrak cukup singkat, jelas dan padat serta
sesuai dengan kaidah penulisan.
4. Cara Membuat Abstrak
Untuk membuat abstrak yang baik, anda harus mengetahui dahulu sifat-sifat dari abstrak (Santoso, 2009), yaitu :
- Ringkas
- Jelas
- Tepat
- Objektif
Cara menulis abstrak :
- Membuat penulisan ilmiah dahulu
Walaupun abstrak berada di halaman depan penulisan ilmiah,
namun karena abstrak berisi ringkasan dari penulisan ilmiah, maka kita
harus mebuat penulisannya dahulu. Walaupun kita sudah tahu isi
penulisannya, akan lebih baik menulis abstrak dilakukan terakhir, supaya
anda bisa memberikan ringkasan yang lebih akurat karena anda sudah
mengetahui apa yang anda tulis.
- Tinjau dan pahami hal-hal yang perlu ditulis
Tinjau dan pahami disini maksudnya adalah memperhatikan apakah
ada panjang maksimum dan minumumnya, siapa yang membaca abstraksi ini,
apakah ada gaya penulisan yang perlu diperhatikan, dan lain sebagainya.
- Tentukan jenis abstrak yang ingin ditulis
Abstrak dibagi menjadi dua : abstrak deskriptif dan
informatif. Perbedaannya adalah kalau abstrak deskriptif menjelaskan
tujuan dan metode penelitian tetapi tidak menuliskan bagian hasil.
Abstrak deskriptif lebih baik digunaka untuk makalah yang pendek.
Sedangkan abstrak informatif memberikan tinjauan semua
penelitian termasuk hasil, abstrak informatif biasanya digunakan untuk
penelitian yang teknis atau lebih panjang.
5. Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan sebuah halaman yang bisa dibilang adalah
halaman yang wajib ketika membuat buku atau karya tulis, hampir semua
karya tulis selalu mencatumkan daftar pustaka diakhir karangannya, hal
ini dibuat untuk mempermudah pembaca yang ingin meninjau lebih jauh
tentang apa yang sudah ditulis, selain itu bisa juga sebagai acuan untuk
melakukan pengecakan apakah sudah sesuai dengan buku yang tertera dalam
daftar pustaka.
6. Contoh Daftar Pustaka
7. Penulisan Daftar Pustaka yang Baik & Benar
Ada hal-hal yang harus diperhatikan urutan dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :
- Nama penulis
- Tahun Terbit
- Judul Buku / Karya
- Tempat Terbit
- Nama Penerbit
- Pada penulisan nama, tidak perlu dicantumkan gelar
- Bagi penulis yang memiliki marga, maka marga tersebut harus ditulis paling depan.
- Apabila tidak terdapat nama marga, maka penulisan nama tersebut diakhir.
- Penulisan judul buku / karya ilmiah menggunakan font italic / cetak miring pada setiap katanya.
- Jarak antar sumber diberikan dua spasi.
- Teknik penulisanya dibedakan tiap sumbernya, apakah dari internet, buku, jurnal atau karya ilmiah lainya. Karena sudah ditetapkan dalam peraturan pemerintah dalam undang-undang menulis daftar pustaka.
SUMBER :
https://iyano.wordpress.com/2011/05/03/abstrak/
https://imranbuhe.wordpress.com/cara-menulis-abstrak-yang-baik-dan-benar/
http://contohsuratku.com/contoh-daftar-pustaka-yang-baik-dan-benar/
http://library.gunadarma.ac.id/epaper/viewer/51702/10100190#page/1/mode/1up


Tidak ada komentar:
Posting Komentar