Desas desus negatif mengenai gerhana matahari 1983 masih
menghantui sejumlah masyarakat untuk melihat gerhana matahari pada tahun 2016
ini. Antusiasme masyarakat pada tahun 1983 harus terkekang karena sejumlah
informasi yang menyimpang dari informasi sebenarnya. Sejumlah kabar negatif
sudah terlanjur tersebar melalui radio, bahkan pemerintah saat itu pun juga
mnghimbau masyarakat untuk tetap berada dalam rumah saat gerhana terjadi. Banyak
faktor yang membuat informasi yang setengah-setengah itu menyebar, yaitu
keterbatasan masyarakat untuk mengakses informasi, kondisi pemerintahan yang
masih era Orde baru, serta masih sedikitnya jumlah media pada saat itu.
Namun sekarang karena teknologi informasi sudah berkembang
sangat pesat serta akses internet yang mudah. Maka kita tidak perlu lagi untuk
melihat gerhana matahari pada tahun 2016, dan tahun-tahun selanjuntya. Memang gerhana
matahari dapat membuat mata menjadi buta tetapi ada kondisi tertentu, yaitu
saat posisi gerhana matahari total(gelap gulita) lalu bergeser perlahan sehingga
matahari memancarkan sinar yang begitu terang sehingga mata kita tidak cukup
kuat untuk melihat sinar itu. Tetapi saat posisi matahari dalam keadaan gerhana
total, dlihat dengan mata telanjang pun tidak apa-apa dan tidak akan
menyebabkan mata mengalami kebutaan.
Sayang sekali jika fenomena yang jarang terjadi ini tidak
bisa kita lihat karena ketidakpahaman kita. Bahkan saat GMT Maret 2016 terjadi,
banyak pihak dan komunitas yang semangat dan antusias dengan membagi-bagikan kacamata matahari secara
gratis, padahal notabene harga kacamata tersebut Rp 30.000/pc. Jadi sekarang
kita tidak usah takut untuk melihat fenomena GMT yang akan terjadi di entah
tahun berapa.