Rabu, 26 Maret 2014

Teman

P"Aku sendirian, sendiri di malam yang pekat.
Kesepian, Keraguan, ketakutan, kegelapan, ketidakberanian yang selalu setia menemaniku. Mereka jahat, jahat kenapa harus mereka yang menemaniku. Tolong Bantu aku untuk ke Luar, ke Luar dari mereka. Berilah aku sedikit harapan dan cahaya"

Diam. Hanya diam yang bisa aku lakukan.
Saat mereka mengejekku. Entah apa yang harus aku lakukan. Mungkin dengan aku diam mereka akan lelah dengan ocehan mereka tentang diriku.
Dingin, tanggapan dari mereka yg lain. Mereka yang hanya seolah olah tak acuh padaku, padahal saat aku pura pura tertidur mereka berbisik bisik tentangku seakan aku adalah santapan yang pas untuk menjadi bahan obrolan mereka.
Aku jalani hidupku seperti ini. Tak pernah kurasakan hidupku berarti, bahagia, tertawa lepas seperti mereka bahkan untuk senyum pun jarang aku lakukan, bahkan orang tuaku tak pernah menganggap aku ada.
Yang mereka tau, aku berangkat sekolah dan pulang dengan keadaan yang baik dan nilaiku memuaskan, sedangkan saat aku sekolah mereka sibuk memuaskan keegoisan mereka untuk lembar lembaran itu.

Hingga suatu hari perhatianku sempat teralihkan sedikit oleh satu orang, entah siapa tiba tiba ia menaruh tas dan duduk di sebelahku.

"Hai"
Mungkin ia berbicara dengan Via yang duduk di depannya, tak mungkin berbicara denganku yang seolah olah aku tak peduli dengan kehadirannya, pikirku dalam hati.
"Hei kenalin namaku Lima, kamu siapa?" Tanyanya ingin tahu sambil menjulurkan tangannya di depanku.
benarkah ini, ia berbicara padaku, menanyakan namaku.
Reflek aku menyambut tangannya dan menjabat tangannya. Satu ruangan saat itu rasanya seperti melihatku. Hei apakah aneh aku menjabat tangannya. Lalu aku alihkan pandanganku ke orang yang berada di sampingku, wajah yang manis dan penuh senyum.
"Na-ma ku Cassandra, panggil saja Sandra" jawabku agak sedikit terbata.
"Waaa namanya bagus. Ok Sandra aku boleh kan duduk di sini, soalnya yang aku lihat kosong hanya bangku sebelahmu" jawabnya sambil senyum.
Pipiku dibuat sedikit merah oleh pujiannya akan namaku, belum ada yang memujiku. Padahal ia orang baru tapi dari cara bicaranya ia sepertinya orang yang ceria dan man is, senyumnya saja manis.
"Oh ya ten- tentu boleh saja" jawabku gugup.
"Nanti Tolong temenin aku keliling sekolah ya. Sekalian ke kantin. Mau ya?" Tanyanya penasaran
"Oh ya tentu saja" jawabku datar. Padahal aku ke kantin saja jarang, apalagi keliling sekolah. Apa menariknya sih?
"Kok kamu datar sih ekspresinya, ayo dong senyum dong" suruhnya dengan tangannya mendekati ujung ujung bibirku dan menariknya sedikit.
"Nah kalau gitu kan manis. Hihi" pujinya.
Orang yang terlalu to the point.

Bel jam istirahat pun berbunyi.

"Ayo Sandra ayo, aku pengin tahu sekolah baruku nih" paksanya dengan menarik tanganku. Ah akhirnya aku bangun dari singgasana Ku Di kelas dan berjalan dengan langkah setengah diseret. Banyak yang aku pikirkan jika aku keluar dari kelas, Apa yang akan dilihat orang orang nanti.

                                **********

Sepi...
Di sini sepi...

Lelah, akhirnya aku bisa membaringkan tubuhku di kasur ini, dan akhirnya aku selesai menemani Lima berkeliling sekolah, rasanya keluar dari kelas, berjalan banyak di sekitar sekolah, seperti mendapatkan tatapan tajam dari orang orang yang kulewati. Tapi anehnya Lima tidak sadar dengan tatapan aneh orang orang, dan di wajahnya selalu nampak tersenyum. Orang aneh.

Bipp... bipp... bipp...
Handphoneku bunyi setelah sekian lama aku taruh di laci meja hingga aku lupa apa fungsi HP itu.

"Terima kasih Sandra tadi udh nemenin aku, maaf ya tadi aku bikin kamu kecapekan. Lima"
From : 0857xxxxxx

Hei dari mana ia mendapatkan nomorku, pikirku tak percaya

"Iya sama sama Lima, kamu tau nomorku drmn?"
SMS send....

"OK. Jangan kapok ya nemenin aku. Hihi. Aaa Sandra masa lupa sih. Kan tadi waktu makan di kantin, aku minta nmr kamu. Iih Sandra msh muda udah pikun. Hihi"
From : 0857xxxxxx

"Iya Iya nggak kok. He he. Oh Iya maaf lupa. He he"
SMS send...

"Sandra??? Ada yg mau aku tanya sama kamu. Muka kamu bikin aku penasaran sih. Kamu kok murung terus sih"
From : 0857xxxxxx

Saat membacanya, entah Apa yang harus aku balas. Aku terlalu takut untuk membalasnya. Aku takut kalau aku ceritakan, ia akan menceritakan ke yang lain. Dan mereka akan mengejekku dan membicarakanku lagi. Kuputuskan untuk tidak membalasnya.

Beberapa jam kemudian...

Bipp... bipp... bipp
Handphoneku berbunyi lagi.

"Maafkan aku Sandra, kalau aku terlalu lancang nanyanya, aku janji ga akan cerita ke siapa siapa. Aku bertanya seperti ini karena...
Apakah aku boleh menjadi temanmu???"

Saat membaca kalimat terakhir. Aku rasa tak mungkin, aku takut Lima menjadi "mereka", dan berpura pura saja.

"Teman? Katamu teman? Maaf aku tak bisa. Aku sudah banyak menerima penolakan, dan aku takut akan menjadi penolakan kembali. Lebih baik dari awal aku tolak untuk menjadi temanmu"
Sms send...

"Kenapa kamu pesimis sekali. Aku tulus ingin berteman denganmu, karena dari awal aku lihat mata dan wajahmu, sebenarnya kamu baik. Tapi karena banyak penolakan dari sekitar, wajahmu berubah menjadi dingin, atau dinginmu itu takutmu?"
From : 0857xxxxxx

"Maafkan aku tapi ini keputusanku, hargai aku. Kamu tak perlu tahu tentang diriku"
SMS send...

"Hargain kamu? Ngertiin kamu? Diri kamu aja ga hargain hati kamu untuk buka hati kamu, menerima orang baru, teman. Aku ga mau lihat wajah dinginmu, kamu terpuruk. Berilah diri kamu kesempatan San"
From : 0857xxxxxx

"Baiklah kalau begitu aku akan mencobanya. Aku akan beri diriku kesempatan. Kalau gitu sekarang aku tanya, kenapa kamu peduli sama aku dan kenapa kamu bisa selalu tersenyum?"
SMS send...

"Keputusan yang baik San. Mau tau kenapa. Karena aku lihat diriku di kamu. Dulu aku sama kayak kamu San, kalau ga ada sahabatku, mungkin aku msh terpuruk dengan pikiranku sendiri. Dan apa yang membuatku selalu tersenyum, krn sahabatku mengatakan lakukan banyak kebaikan walau itu pahit dan selalu gunakan Kata sakti, yaitu : Tolong, Maaf, Terima Kasih. Walau kedengaran tdk penting, tapi untuk orang lain itu penting, krn itu bukti kalau kamu hargain dia"

End...

Selasa, 25 Maret 2014

Surat Biru(entah akan berlanjut atau tidak)

                            
Doakan saja cerita ini berlanjut. Tapi tetap butuh komentar tentang gaya bahasa penulisannya. Entah akan jadi cerpen atau tidak. berlanjut atau tidaknya saja tidak tau ^_^

                              Surat Biru

"Kakak berubah"

Terik sang surya memerobos masuk melalui ventilasi tembok yg menuju langsung ke kasur, menyilaukan mata yang sedari tadi terpejam. Memaksanya bangun dari tempat peraduan langganan ia bermimpi.
Tok... tok... tok...
Suara pintu diketuk
"Aaargh siapa pula yg mengetuk pintu sepagi ini" erangnya.
Dengan langkah gontai ia membuka pintu.
"Siapa?"
Kosong.
Tak ada orang.
Ia mengusap usap matanya, menepuk pipinya beberapa kali meyakinkan dirinya mendengar suara pintu kamarnya diketuk. Ia melangkah keluar untuk mencari seseorang yang mengetuk pintu, baru selangkah ia keluar dari kamarnya. Ia menginjak sesuatu, halus.
"Surat? Biru?" Gumamnya.
Ia menarik kursi di depan kamarnya mendekat, membuka surat biru itu.

Selamat Pagi
Terima kasih untuk kemarin :)

Flamingo

"Tinta merah? Flamingo? Siapa flamingo?"

Cukup lama ia tenggelam dalam lamunannya tentang surat yang ia pegang. Hingga ia tak sadar nada lagu secret admirer moca mengalun dari dalam kamarnya. Sepersekian detik ia sadar dari lamunannya, mengerjapkan matanya yg bulat, beranjak dari kursi dan masuk ke dalam kamar.

"Halo?"
"Limaaaa lu inget kan hari ini kuliah???" Teriak dari seberang telepon
"Kuliah? Sekarang sekarang jam brp?" Jawabnya sedikit syok, dengan menjauhkan handphone dari telinga untuk melihat jam.
"Elu tuh selalu lu..."
"Iraaaa sekarang jam 7, gue harus siap siap. Pokoknya HP hrs standby di tangan lu. SMS gue kalo dos...."
"Stooooop Lima. Kuping gue sakit denger lu nyerocos. Lima cantik, kita kuliah jam stgh 9, dan gue mau ke kostan lu. Pokoknya jam 8 lu harus siap. Dahhhh gue berangkat dulu" putusnya.

Dengan gerak cepat ia mengambil perlengkapan untuk mandi dan fokus untuk berangkat kuliah hingga pikirannya tentang surat itu melayang.

Lima seorang gadis berambut panjang hitam pekat, hidungnya mancung, matanya bulat, serta kulit yang kecokelatan membuat perpaduan yang manis. Manis tapi cantik. Dari gerak tubuhnya yang tegap, seakan mengisyaratkan ia siap menghadapi hidup, matanya yang bulat tapi sorotannya tajam menandakan keberanian, kepercayaan diri, ketegasan. Tetapi senyumnya yang mempunyai pesona sendiri bagaikan magnet untuk membuat orang mengenalinya.

                             ****Kampus****

Rabu, 19 Maret 2014

Prosesi Pernikahan Jawa



Berbicara tentang kebudayaan, maka dalam konteks saya pribadi maka awalnya adalah menjelaskan tentang silsilah keluarga. Saya dilahirkan dari kedua orang tua yang berdarah Jawa, ibu saya berasal Jawa Tengah dan ayah saya berdarah Jogyakarta. Saya akan menjelaskan silsilah keluarga dari ayah saya. Saat pertemuan keluarga besar saya pernah dijelaskan oleh pakde saya, bahwa keluarga besar ini masih memiliki darah dari keluarga keraton Jogjakarta, dan keluarga besar dari ayah saya memiliki nama keluarga Trah Mangkuwerdoyo. Setiap beberapa bulan sekali keluarga besar saya selalu melakukan arisan keluarga. Dan arisan itu sudah menjadi tradisi untuk keluarga besar saya. Seperti orang lain kebanyakan, pada saat Ramadhan keluarga besar saya selalu mengunjungi saudara satu sama lain demi untuk menjalin silaturahmi. Yah itu adalah sebagian budaya atau kebiasaan kecil yang bisa saya jelaskan. Karena keluarga besar saya berasal dari Jawa maka untuk prosesi pernikahannya menggunakan adat Jawa. Dan fokus tulisan saya ini sebenarnya adalah membahas prosesi pernikahan dalam suku Jawa. Kenapa saya membahas prosesi pernikahan dengan menggunakan budaya/adat Jawa karena menurut saya adat pernikahannya sangat banyak tahapannya dan setiap tahapan mengandung makna. Tetapi pada tulisan ini mungkin saya akan hanya membahas garis besarnya saja, karena tahapannya sangat banyak. Daripada membuat bosan Anda sebagai pembaca, lebih baik saya menjelaskan intinya saja. Pada prosesi pernikahan suku Jawa ada 5 tahap, yaitu :

                                                                        TAHAP I
Pada tahap ini sebenarnya bisa dikatakan seperti tahap perkenalan  serta tahap melamar. Untuk tahap ini banyak prosesi yang dilakukan seperti :
·         Congkog        : tahap pencarian informasi tentang calon mempelai dengan mengutus duta atau perwakilan keluarga untuk menanyakan status dan kondisi calon mempealai.
·         Salar              : petanyaan yang ditanyakan oleh duta, akan dijawab oleh keluarga calon. Dan acara ini dinamakan salar
·         Nontoni         : kalau jawaban sesuai dengan keinginan calon pelamar maka akan berlanjut pada tahap ini, pada tahap ini keluarga pelamar akan datang ke keluarga calon menantu. Tahap ini digunakan untuk mengenal calon menantu beserta keluarganya
·         Ngalamar       : jika tahap nontoni berjalan, dan cocok maka akan dilanjutkan dengan proses ngalamar yaitu utusan dari calon mempelai pria akan datan g untuk melamar. Dan biasanya pada proses ini juga dilanjutkan dengan penentuan hari pernikahan.

                                              TAHAP II

bisa dikatakan tahap ini adalah  seperti pertunangan. Berikut prosesi prosesinya :

a. Srah-srahan           : penyerahan seperangkat saran yan bertujuan untuk memudahkan jalannya acara. Dan penyerahan sarana ini mempunyai arti sendiri

b. Peningsetan           : tukar cincin antar kedua calon pengantin yang menagrtikan bulatnya cincin sebagai kesatuan dan keutuhan.
  
c. Asok Tukon           : keluarga calon mempelai pria memberikan sejumlah uang ke keluarga wanita dengan tujuan untuk membantu serta meringankan.

d. Paseksen               : proses permohonan doa restu dan yang menjadi saksi acara ini adalah mereka yang hadir dan ada seseorang yang ditunjuk atau dipercaya untuk menjadi saksi juga.

e. Gethok Dina : di tahap ini ditentukan hari ijab kabul dan resepsi oleh kedua belah pihak keluarga atau seseroang yang dipercaya.

TAHAP III

tahap ke-3 merupakan tahap pembentukan panitia acara yang biasanya melibatkan sanak saudara. Pada tahap ini dibuat serta dibagikannya undangan(sedhahan), lalu membentuk panitia hajatan, membicarakan program kerja ke panitia(kumbakarnan), dan terakhir calon mempelai melapor dan memberitahu ke KUA bahwa akan ada acara pernikahan yang disebut jenggolan/jonggolan

BABAK 4
TAHAPAN RANGKAIAN UPACARA

Pada tahap ini sehari sebelum acara pernikahan bagian depan/pintu masuk rumah calon mempelai wanita diberikan dekorasi tumbuhan yang terdiri dari pohon pisang, buah pisang, tebu, buah kelapa dan daun beringin yang memiliki arti agar pengantin akan hidup baik dan bahagia di mana pun.
. Pasang Tratag dan Tarub
tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu pada masyarakat yg terdiri hiasan janur kuning atau daun kelapa muda yang disuwir-uwir (disobek-sobek) dan dipasang di sisi tratag dan ditempelkan pada pintu gerbang tempat resepsi agar terlihat meriah.

b. Kembar Mayang
Sering disebut Sekar Kalpataru Dewandaru, lambang kebahagiaan dan keselamatan. Benda ini biasa menghiasi panti/ asasana wiwara yang digunakan dalam acara panebusing kembar mayang dan upacara panggih. Bila acara sudah selesai, kembar mayang akan dibuang di perempatan jalan, sungai, atau laut agar kedua mempelai selalu ingat asal muasalnya.

c. Pasang Tuwuhan (Pasren)
merupakan tumbuh-tumbuhan yang dipasang di tempat duduk pengantin yang bermakna isi alam semesta dan memiliki makna tersendiri dalam budaya Jawa. 



d. Siraman                              : merupakan upacara dengan menyiramkan air dari kendi ke calon pengantin yang bertujuan untuk membersihkan secara fisik dan batin
e. Adol Dhawet (Jual dawet)  : setelah prosesi siraman selesai, maka akan dilanjutkan dengan jual dawet, di mana yang menjual adalah orang tua calon pengantin wanita dan pembelinya adalah para tamu yang membeli dengan menggunakan pecahan genting

f. Paes             : prosesi yang membersihkan bulu bulu halus di sekitar dahi atau pipi agar wajah kelihatan lebih cerah dan bersih, lalu akan didandani.


g. Midodareni : pengantin wanita akan didandani yang cantik seperti Dewi Widodari, dan orang tua juga akan memberikan makan terakhir kalinya ke pengantin wanita, karena esok setelah menikah ia adalah tanggung jawab suami

h. Selametan
Berdoa bersama untuk memohon berkah keselamatan menyongsong pelaksanaan ijab kabul dan akad nikah.

i. Nyantri atau Nyatrik
Upacara penyerahan dan penerimaan dengan ditandai datangnya calon pengantin pria berserta pengiringnya.

BABAK V
 Inti Acara (Ijab Qobul & Resepsi)

a. Upacara Ijab
Sebagai prosesi pertama pada puncak acara ini adalah pelaksanaan ijab yang melibatkan pihak penghulu dari KUA. Setelah acara ini berjalan dengan lancar dan dianggap sah, maka kedua mempelai resmi menjadi suami istri.


b. Upacara Panggih
Setelah upacara ijab selesai, kemudian dilanjutkan dengan upacara panggih yang meliputi:

Liron kembar mayang atau saling menukar kembang mayang dengan makna dan tujuan bersatunya cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.

Gantal merupakan prosesi melempar sirih dengan tujuan agar semua godaan hilang dengan lemparan sirih tersebut

Ngidak endhog atau pengantin pria menginjak telur ayam kemudian dibersihkan atau dicuci kakinya oleh pengantin wanita sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya.

• Minum air degan (air buah kelapa).

• Masuk ke pasangan bermakna pengantin menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban.

Sindur yaitu menyampirkan kain/sindur ke pundak pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup.

Setelah upacara panggih, kedua mempelai diantar duduk di sasana riengga. Setelah itu, acara pun dilanjutkan.

Timbangan atau kedua pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin wanita sebagai simbol sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing pengantin.

Kacar-kucur merupakan simbol bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga. Dengan cara mengucurkan recehan ke mempelai wanita

Dulangan atau kedua pengantin saling menyuapi.

c. Upacara Babak Kawah    :Upacara khusus untuk keluarga yang baru pertama kali hajatan mantu putri pertama dengan membagi harta benda seperti uang receh, beras kuning, umbi-umbian dan lain-lain.

d. Tumplek Punjen
  : prosesi ini dilaksanakan bagi orang yang tidak akan bermenantu lagi atau semua anaknya sudah menikah.

e. Sungkeman
            : sebagai ungkapan bakti kepada orang tua serta mohon doa restu.

f. Kirab                      : pengantin berdua meninggalkan tempat duduknya untuk berganti busana.