Doakan saja cerita ini berlanjut. Tapi tetap butuh komentar tentang gaya bahasa penulisannya. Entah akan jadi cerpen atau tidak. berlanjut atau tidaknya saja tidak tau ^_^
Surat Biru
"Kakak berubah"
Terik sang surya memerobos masuk melalui ventilasi tembok yg menuju langsung ke kasur, menyilaukan mata yang sedari tadi terpejam. Memaksanya bangun dari tempat peraduan langganan ia bermimpi.
Tok... tok... tok...
Suara pintu diketuk
"Aaargh siapa pula yg mengetuk pintu sepagi ini" erangnya.
Dengan langkah gontai ia membuka pintu.
"Siapa?"
Kosong.
Tak ada orang.
Ia mengusap usap matanya, menepuk pipinya beberapa kali meyakinkan dirinya mendengar suara pintu kamarnya diketuk. Ia melangkah keluar untuk mencari seseorang yang mengetuk pintu, baru selangkah ia keluar dari kamarnya. Ia menginjak sesuatu, halus.
"Surat? Biru?" Gumamnya.
Ia menarik kursi di depan kamarnya mendekat, membuka surat biru itu.
Selamat Pagi
Terima kasih untuk kemarin :)
Flamingo
"Tinta merah? Flamingo? Siapa flamingo?"
Cukup lama ia tenggelam dalam lamunannya tentang surat yang ia pegang. Hingga ia tak sadar nada lagu secret admirer moca mengalun dari dalam kamarnya. Sepersekian detik ia sadar dari lamunannya, mengerjapkan matanya yg bulat, beranjak dari kursi dan masuk ke dalam kamar.
"Halo?"
"Limaaaa lu inget kan hari ini kuliah???" Teriak dari seberang telepon
"Kuliah? Sekarang sekarang jam brp?" Jawabnya sedikit syok, dengan menjauhkan handphone dari telinga untuk melihat jam.
"Elu tuh selalu lu..."
"Iraaaa sekarang jam 7, gue harus siap siap. Pokoknya HP hrs standby di tangan lu. SMS gue kalo dos...."
"Stooooop Lima. Kuping gue sakit denger lu nyerocos. Lima cantik, kita kuliah jam stgh 9, dan gue mau ke kostan lu. Pokoknya jam 8 lu harus siap. Dahhhh gue berangkat dulu" putusnya.
Dengan gerak cepat ia mengambil perlengkapan untuk mandi dan fokus untuk berangkat kuliah hingga pikirannya tentang surat itu melayang.
Lima seorang gadis berambut panjang hitam pekat, hidungnya mancung, matanya bulat, serta kulit yang kecokelatan membuat perpaduan yang manis. Manis tapi cantik. Dari gerak tubuhnya yang tegap, seakan mengisyaratkan ia siap menghadapi hidup, matanya yang bulat tapi sorotannya tajam menandakan keberanian, kepercayaan diri, ketegasan. Tetapi senyumnya yang mempunyai pesona sendiri bagaikan magnet untuk membuat orang mengenalinya.
****Kampus****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar