Nama : Yoviena Desti R
Rabu, 23 April 2014
Manusia & Penderitaan
Nama : Yoviena Desti R
Rabu, 16 April 2014
Pancaran Cahaya dan Flamingo
Kata indah mungkin lebih merujuk ke arah penampilan, atau tampilan awal yang kita lihat itu terasa bagus sehingga mengatakannya sebagai kata indah. Ada 2 hal yang bisa saya katakan indah sampai tulisan ini ditulis, pertama adalah burung flamingo dan tebaran bintang di langit. Warna merah muda mungkin paling sering yang dikatakan indah, manis oleh kaum hawa dan saya sendiri. Warna merah muda juga identik dengan kaum hawa, cinta, dan dominasi perempuan menyukai warna merah muda. Dan burung yang berwarna merah muda pun juga banyak dikenal oleh orang, dan sebagai lambang cinta, ya burung itu bernama flamingo. Flamingo dengan tubuhnya yang jenjang dan senang berdiri dengan satu kaki di perairan dangka, terlihat anggun, indah apalagi dengan warna tubuhnya yang merah muda. Warna merah muda di tubuhnya didapatkan berasal dari makanannya, yaitu udang. Dan bila mereka semakin banyak memakan udang, maka tubuhnya akan terlihat lebih indah, karena warna merah muda mereka semakin menyala dan jelas. Bila 2 ekor burung flamingo saling mendekatkan kedua paruh mereka di atas air, mereka seperti membentuk lambang cinta. Yah saya akan menjelaskan sedikit tentang burung flamingo ketika mereka mencari pasangan. Seekor burung flamingo saat sudah memasuki usia kawin, mereka akan terus menerus menggosok kelenjar yang berada di dekat pangkal ekor mereka, agar warna tubuh mereka lebih cerah, berbeda dengan lainnya, dan memberitahu ke burung flamingo yang lain kalau ia sudah siap kawin. Usaha mereka dalam mencari pasangan dengan menggosok kelenjar dekat pangkal ekor mereka, bisa diibaratkan juga seperti manusia dalam mencari cintanya, yang harus melakukan usaha untuk mendapatkannya. Dan saya menyukai burung itu, karena namanya sungguh indah dan menarik. Flamingo, nama yang jarang didengar tetapi seperti mempunyai sesuatu yang indah. Karena keindahannya dan keanggunannya, nama burung flamingo, hingga dijadika sebuah tarian di sebuah negara. Kalau tidak salah nama tarian itu adalah tari Flameo.
Jutaan bintang di langit itu seperti keindahan Tuhan yang tidak tertandingi. Melihat bintang bintang itu di langit seperti melihat kebebasan, dan indah. Gemilang pancaran cahaya yang dapat ditembus berjuta tahun cahaya hingga terlihat sampai ke bumi, itu sungguh hal yang spesial. Cahaya bintang-bintang itu sungguh kuat. Walau mereka terlihat kecil dari bumi, tetapi ketika mereka memancarkan cahayanya masing masing, ada yang redup, ada yang terang. Mereka seperti mensajikan pemandangan yang indah, seperti lukisan yang tidak akan bisa dilukis oleh pelukis. Karena bintang yang berada di langit itu sejatinya adalah lukisan Tuhan. Ketika saya melihat bintang di atas, saya seperti melihat ada harapan. Entah harapan apa, tapi saya selalu tersenyum ketika melihat beberapa bintang dari sudut kota. Tetapi karena banyak kota yang menyalakan lampu ketika malam, cahaya lampu kota itu seperti meredupkan keindahan yang berada di atas langit. Karena itu ada satu hal yang ingin saya lakukan, yaitu mendaki gunung karena saya mempunyai harapan yaitu saya ingin melihat jelas jutaan bintang di puncak gunung, di gelapnya, sunyinya malam. Menikmati setiap detik keindahan yang Tuhan berikan dan hadirkan untuk ciptaanNya di bumi.
Rabu, 09 April 2014
2 orang spesial
Ok pertama saya akan menceritakan seorang perempuan yang umurnya tidak berbeda jauh dengan saya hanya beda 2 tingkat, dan sekarang ia sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi yang cukup terkenal di dinginnya kota Malang yang sedang bergelut dengan berbagai ilmu tentang hewan. Yah ia mengambil jurusan kedokteran hewan. Siapakah dia???? (jeng... jeng...)*ceritanya ada backsound.
![]() |
Tulisan ini tertuju untuk Ka Ima dan Mbak Wulan yang berharga untukku. Makasih ya Mba dan Ka udah ada di kehidupanku, udah rela mampir sebentar di kehidupanku. Tapi walau mampir tapi kalian hebat, hebat udah bikin perubahan besar dalam hidupku. Aku ga tau kalian menganggap aku ini siapa di kehidupan kalian, seorang figuran atau bukankah? Aku tidak peduli. Yang aku peduliin sekarang adalah bagaimana cara membalas jasa kalian. Kalian udah terlalu baik, mungkin buat kalian itu adalah hal biasa yg kalian lakukan ke orang lain, tapi buat aku enggak. Terima kasih banyak buat Ka Ima dan Mbak Wulan. Kalian bakal selalu aku inget, insya allah sampai tua.

