Rabu, 23 April 2014

Manusia & Penderitaan




Nama                    : Yoviena Desti R
NPM                      : 19113519
Tugas Softskill      : Manusia dan Penderitaan

          Segala sesuatu yang ada di bumi ini pasti ada pasangannya. Contoh kecilnya seperti siang dengan malam, panas dengan dingin, wanita dengan laki laki dan bahagia dengan derita. Berbicara tentang derita, untuk setiap orang  pandangan mereka berbeda tentang arti derita karena mereka menjelaskan menurut apa yang ia alami. Derita bisa diartikan sebagai sesuatu hal yang ditakuti, yang tidak diinginkan untuk terjadi, karena bila itu terjadi maka rasanya seperti menghantui, atau takut karena tidak dibarengi dengan ilmu. Dan derita akrab dengan masalah dan ketakutan. Tetapi ketika manusia diserang oleh penderitaan yang erat dengan ketakutan maka ada dua hal kemungkinan, ia akan bangkit berdiri tegap untuk menyelesaikan penderitaan itu dengan cara apapun tanpa menambah penderitaan itu atau ia tak kuat menghadapinya dan tidak dibarengi dengan ilmu, maka ia akan menyelesaikan penderitaannya dengan cara yang salah yang justru menambah masalah, jika ia tidak kuat maka ia akan mencari pelarian. Tetapi untuk orang orang yang bisa menyelesaikan dan mengeluarkan diri dari penderitaan adalah orang yang hebat, bahkan justru hebat dari yang ia bayangkan. Contohnya Aburizal Bakrie yang saya dan kalian ketahui ia adalah sosok pengusaha yang terkenal dengan usaha di bidang apapun, bahkan mendapat predikat Orang Terkaya di Asia Tenggara yang mengalahkan Orang Terkaya yang berada di Malaysia. Kalau kita melihat Aburizal Bakrie pasti akan dibuat kagum karena kejayaannya, kehebatannya dalam mengolah semua anak perusahaanya sehingga bisa bertambah banyak, dan kekayaannya yang hingga triliunan.
          Untuk menjadi seperti Aburizal Bakrie sekarang, ical (panggilan kecil Aburizal Bakrie) dulu harus rela menuai penghinaan. Karena perusahaan keluarga yang ia kelola kena dampak krisis moneter, yaitu mengalami kebangkrutan dan mempunyai hutang triliunan rupiah tetapi aset yang ia miliki hanyalah bernilai milyaran rupiah. Hingga Aburizal Bakrie yang sekarang bilang “dulu saya lebih miskin dari pengemis”. Di tengah kondisi yang terpuruk, ditinggalkan oleh partner, sahabat, Ical tetap optimis untuk menyelesaikan masalah itu. Ia tidak menunjukkan bahwa ia dalam kondisi terpuruk karena ia ingat kata kata ayahnya Achmad Bakrie “Jangan biarkan dirimu di tempat yang gelap, karena di tempat yang gelap bayangan pun akan meninggalkanmu”. Walau dililit hutang, ia tetap optimis mencari jalan untuk menyelesaikan hutang-hutangnya. Ia menjual saham perusahaan keluarga hingga 2,5%, kalau dipikirkan oleh orang biasa mungkin akan berat mengambil keputusan untuk menjual saham perusahaan keluarga, karena terlalu banyak resiko. Tetapi tidak bagi Ical, ia punya keopimisan yang kuat, ia punya mimpi yang besar bahkan ia juga pergi ke 220 bank di dunia meminjam uang untuk melunasi hutang hutangnya dan menawarkan kerja sama ke perusahaan-perusahaan dengan cara ia menawarkan keuntungan dari ide usahanya, dengan syarat perusahaan itu meminjamkan uang kepada Aburizal Bakrie. Berkat kerja kerasnya dan menunjukkan ia tidak dalam kondisi terpuruk, ia bisa menjadi dan terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang & Industri yang kedua kalinya. Mungkin kalau ia hanya bisa meratapi masalahnya tanpa berbuat apa-apa, Ical tidak akan menjadi Ical yang sekarang yang mempunyai banyak anak perusahaan, dan aset kekayaan yang melimpah.
           Bisa dibaca dari pengalaman Aburizal Bakrie, ia dulu harus melewati penderitaan dan ketakutan yang ditakuti oleh semua orang. Tapi ia bisa bangkit melewati sambil menyelesaikan masalahnya hingga ia menjadi seorang enterpreneur yang terkadang selalu terlihat di TV. Kita bisa belajar dari Aburizal Bakrie, bahwa Tuhan menghadirkan penderitaan untuk menguji kemampuan manusia, menyadarkan bahwa kemampuan kita lebih dari yang kita bayangkan. Dan dengan masalah hadir di kehidupan kita itu ibarat pelecut semangat, otak untuk lebih kreatif untuk menyelesaikan masalah. Dan kita selalu bisa mengambil pelajaran bila bisa menyelesaikan suatu masalah, bahwa pengalaman kita bertambah, segala pandangan yang kita anggap dahulu salah bisa berubah menjadi pandangan yang berbeda, dan merangsang otak kita untuk berpikir secara aspek menyeluruh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar