Nama : Yoviena Desti R
NPM : 19113519
Tugas Softskill :
Manusia dan Penderitaan
Segala sesuatu
yang ada di bumi ini pasti ada pasangannya. Contoh kecilnya seperti siang
dengan malam, panas dengan dingin, wanita dengan laki laki dan bahagia dengan
derita. Berbicara tentang derita, untuk setiap orang pandangan mereka berbeda tentang arti derita
karena mereka menjelaskan menurut apa yang ia alami. Derita bisa diartikan
sebagai sesuatu hal yang ditakuti, yang tidak diinginkan untuk terjadi, karena
bila itu terjadi maka rasanya seperti menghantui, atau takut karena tidak
dibarengi dengan ilmu. Dan derita akrab dengan masalah dan ketakutan. Tetapi
ketika manusia diserang oleh penderitaan yang erat dengan ketakutan maka ada
dua hal kemungkinan, ia akan bangkit berdiri tegap untuk menyelesaikan
penderitaan itu dengan cara apapun tanpa menambah penderitaan itu atau ia tak
kuat menghadapinya dan tidak dibarengi dengan ilmu, maka ia akan menyelesaikan
penderitaannya dengan cara yang salah yang justru menambah masalah, jika ia
tidak kuat maka ia akan mencari pelarian. Tetapi untuk orang orang yang bisa
menyelesaikan dan mengeluarkan diri dari penderitaan adalah orang yang hebat,
bahkan justru hebat dari yang ia bayangkan. Contohnya Aburizal Bakrie yang saya
dan kalian ketahui ia adalah sosok pengusaha yang terkenal dengan usaha di
bidang apapun, bahkan mendapat predikat Orang Terkaya di Asia Tenggara yang
mengalahkan Orang Terkaya yang berada di Malaysia. Kalau kita melihat Aburizal
Bakrie pasti akan dibuat kagum karena kejayaannya, kehebatannya dalam mengolah
semua anak perusahaanya sehingga bisa bertambah banyak, dan kekayaannya yang
hingga triliunan.
Untuk menjadi
seperti Aburizal Bakrie sekarang, ical (panggilan kecil Aburizal Bakrie) dulu
harus rela menuai penghinaan. Karena perusahaan keluarga yang ia kelola kena
dampak krisis moneter, yaitu mengalami kebangkrutan dan mempunyai hutang
triliunan rupiah tetapi aset yang ia miliki hanyalah bernilai milyaran rupiah. Hingga
Aburizal Bakrie yang sekarang bilang “dulu saya lebih miskin dari pengemis”. Di
tengah kondisi yang terpuruk, ditinggalkan oleh partner, sahabat, Ical tetap
optimis untuk menyelesaikan masalah itu. Ia tidak menunjukkan bahwa ia dalam
kondisi terpuruk karena ia ingat kata kata ayahnya Achmad Bakrie “Jangan biarkan dirimu di tempat yang gelap,
karena di tempat yang gelap bayangan pun akan meninggalkanmu”. Walau
dililit hutang, ia tetap optimis mencari jalan untuk menyelesaikan
hutang-hutangnya. Ia menjual saham perusahaan keluarga hingga 2,5%, kalau
dipikirkan oleh orang biasa mungkin akan berat mengambil keputusan untuk
menjual saham perusahaan keluarga, karena terlalu banyak resiko. Tetapi tidak
bagi Ical, ia punya keopimisan yang kuat, ia punya mimpi yang besar bahkan ia
juga pergi ke 220 bank di dunia meminjam uang untuk melunasi hutang hutangnya
dan menawarkan kerja sama ke perusahaan-perusahaan dengan cara ia menawarkan
keuntungan dari ide usahanya, dengan syarat perusahaan itu meminjamkan uang
kepada Aburizal Bakrie. Berkat kerja kerasnya dan menunjukkan ia tidak dalam
kondisi terpuruk, ia bisa menjadi dan terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang
& Industri yang kedua kalinya. Mungkin kalau ia hanya bisa meratapi
masalahnya tanpa berbuat apa-apa, Ical tidak akan menjadi Ical yang sekarang
yang mempunyai banyak anak perusahaan, dan aset kekayaan yang melimpah.
Bisa dibaca dari pengalaman Aburizal Bakrie,
ia dulu harus melewati penderitaan dan ketakutan yang ditakuti oleh semua
orang. Tapi ia bisa bangkit melewati sambil menyelesaikan masalahnya hingga ia
menjadi seorang enterpreneur yang terkadang selalu terlihat di TV. Kita bisa
belajar dari Aburizal Bakrie, bahwa Tuhan menghadirkan penderitaan untuk
menguji kemampuan manusia, menyadarkan bahwa kemampuan kita lebih dari yang
kita bayangkan. Dan dengan masalah hadir di kehidupan kita itu ibarat pelecut
semangat, otak untuk lebih kreatif untuk menyelesaikan masalah. Dan kita selalu
bisa mengambil pelajaran bila bisa menyelesaikan suatu masalah, bahwa
pengalaman kita bertambah, segala pandangan yang kita anggap dahulu salah bisa
berubah menjadi pandangan yang berbeda, dan merangsang otak kita untuk berpikir
secara aspek menyeluruh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar